Penghasilan tiada henti !

Senin, 24 Oktober 2016

Sumur timba dibelakang rumah

Di Jawa namanya hanya disebut sebagai sumur atau sumur gali, di Sumatera lebih sering disebut dengan sumur pantek.

Dia menjadi bagian yang tidak dapat terlepaskan dari ritual harian dari setiap manusia. Dia akan selalu mengawali aktifitas dipagi-pagi  manusia dan menyaksikan akhir dari kegiatan manusia di malam hari sebelum mereka beristirahat.



Diameter dua hingga tiga meter, biasanya dengan kedalaman sepuluhan meter sudah dapat sumber air yang bersih. Sumur yang demikian biasanya menggunakan kerekan, tali dari ban bekas sedangkan embernya bisa dari ember seng, ember plastik. Dengan dua puluh hingga tiga puluh tarikan, ember yang penuh air sudah sampai ke mulut sumur.

Kerekan yang dibuat dari logam akan berderit setiap kali tali ditarik, menandakan kalo pelumasnya sudah mulai kering. Sumur beginian sekaligus menjadi sarana nge-Gym yang murah meriah. Posisinya biasanya dibagian belakang rumah, dilengkapi dengan bangunan berukuran kecil hingga sedang, beratap dengan bak untuk menampung air. Dibagian lain, terdapat lubang dimana orang yang menimba dapat menuangkan air dari ember sumur ke bak mandi.

Seiring waktu, kerekan timba lambat laut digantikan dengan mesin penyedot air atau pompa air. Tenaga manusia tidak lagi diperlukan. olah raga nge-Gym tidak dapat lagi dilakukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar