Sebagai anak kost mungkin menu makan berupa mie rebus sudah menjadi teman setiap minggu, kalo pun tidak setiap hari. Nasi goreng keliling favorit yang apinya menggunakan tungku arang, yang kalo ditunggu sering nggk lewat, kalo pas tanggal tua malah tiap malam lewat.
Kalo siklus menu sudah terbilang terlampau sering, rasa bosan pelan-pelan akan ketemu juga. Varian mie rebus dan mie goreng sudah semua dicoret pada daftar. Menunggu varian baru mie juga dirasa tidak akan banyak membantu menunda ketemu rasa bosan, karena masing-masing produsen mie tidak mungkin setiap bulan mengeluarkan varian-varian baru. Namun, anak kost sebelah tidak mau kalah akal. Dia menciptakan varian baru mie sesuai dengan selera sendiri.
Kalo varian yang ada hanyalah "mie rebus rasa kari ayam", maka di minggu pertama dia ciptakan varian baru
"mie rebus rasa kari ayam kentang" karena ditambahin kentang rebus yang selama ini jadi menu sarapan, belum habis dimakan. Minggu kedua muncul varian "mie rebus rasa kari ayam sambel pecel" karena sambel pecel kiriman ortu keburu kadaluwarsa kalo nggak segera dikonsumsi.
Ada satu menu yang cukup simpel yang bisa dijadikan selingan diantara menu-menu rutin kita, yaitu nasi liwet, kita bilang nasi liwet varian anak kost. Bahan-bahanya :
- Beras dua-tiga gelas (untuk ukuran porsi satu orang, dua kali makan)
- Daun sereh satu batang umbi
- Daun salam dua lembar
- Santan secukupnya (bisa menggunakan santan instan)
- Bawang merang goreng secukupnya (2-3 siung yang telah diiris)
Cara masak :
- beras yang telah dicuci bersih ditambahkan dengan air santan (air biasa diganti dengan air santan)
- masukkan irisan bawang merah yang telah digoreng
- masukkan daun salam dan daun/umbi sereh yang telah dimemarkan
- masak seperti biasa, bisa di magic com
bila telah masak akan tercium aroma yang khas daun salam dan sereh.
sajikan dengan lauk sesuai selera ; telor dadar, tempe goreng, atau yang lain.
silahkan dicoba....
Jendela Rumah Kayu merupakan blog yang berisikan essa, tulisan lepas yang muncul dari pengalaman sehari-hari. Sifatnya ringan, mengalir, menuangkan apa saja yang terbesit didalam pikiran. Tentang segala sesuatu. Sosial, tehnologi, ekonomi, pergaulan, kepenulisan, dunia kerja, hubungan antar manusia yang bisa jadi sudut penyampainnya akan berbeda dengan orang kebanyakan.
Penghasilan tiada henti !
Senin, 31 Oktober 2016
Kamis, 27 Oktober 2016
Stagen, kain yang melilit
Adalah kain dengan lebar antara lima belas hingga dua puluh centimeter. Panjang kain lebih kurang tiga hingga lima meter. Dibuat dari benang katun dengan tekstur yang sedikit kasar yang lebih disukai. Motif lurik dengan warna mulai dari merah, hitam, hijau dan kuning. Cara mengenakannya dengan melilitkan dibagian perut hingga perut bagian atas.
Stagen melilit badan penari, membentuk langsing body wanita-wanita jawa. Menjadi perangkat wajib dari rangkaian lengkap pakaian adat. Yang mengenakan menjadi lebih percaya diri. Menjaga bentuk tubuh perempuan-perempuan sehabis bersalin.
Dalam perkembanganya beberapa produk sempat menggantikan atau menyamai fungsi stagen ini, dengan nama-nama yang lebih modern. Namun nama stagen, sampai dengan saat ini justru memiliki kekuatan nama yang khas, khusus dan menempati pada posisi yang bernilai.
Stagen melilit badan penari, membentuk langsing body wanita-wanita jawa. Menjadi perangkat wajib dari rangkaian lengkap pakaian adat. Yang mengenakan menjadi lebih percaya diri. Menjaga bentuk tubuh perempuan-perempuan sehabis bersalin.
Dalam perkembanganya beberapa produk sempat menggantikan atau menyamai fungsi stagen ini, dengan nama-nama yang lebih modern. Namun nama stagen, sampai dengan saat ini justru memiliki kekuatan nama yang khas, khusus dan menempati pada posisi yang bernilai.
Selasa, 25 Oktober 2016
Gosong-gosong sedap
Banyak orang merindukan menikmati makanan yang dimasak dengan menggunakan alat-alat dari jaman dulu, dimasak diatas api yang berasal dari pembakaran kayu, sekam ataupun arang. Dengan tidak menggunakan api yang berasal dari gas ataupun minyak tanah, aroma dan rasa makanan/masakan dapat dirasakan oleh penikmat. Apalagi bila tempat memasaknya juga menggunakan alat-alat masak yang dibuat dari bukan logam, dibuat dari tembikar. Rasanya pasti lebih "dapet".
Tembikar nama lainnya gerabah, yaitu tanah liat yang bentuk sedemikian rupa menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan manfaat. Tanah liat berbentuk itu kemudian dibakar hingga kemerahan dan keras "teksturnya".
Mengambil nasi dari periuk gerabah menemukan sensasi aroma gosong yang khas, apalagi piring tembikarnya dialasi dengan daun pisang. daun pisang yang layu karena panasnya nasi yang ditaruh diatasnya menambah sedap.
Tembikar nama lainnya gerabah, yaitu tanah liat yang bentuk sedemikian rupa menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dan manfaat. Tanah liat berbentuk itu kemudian dibakar hingga kemerahan dan keras "teksturnya".
Mengambil nasi dari periuk gerabah menemukan sensasi aroma gosong yang khas, apalagi piring tembikarnya dialasi dengan daun pisang. daun pisang yang layu karena panasnya nasi yang ditaruh diatasnya menambah sedap.
Senin, 24 Oktober 2016
Sumur timba dibelakang rumah
Di Jawa namanya hanya disebut sebagai sumur atau sumur gali, di Sumatera lebih sering disebut dengan sumur pantek.
Dia menjadi bagian yang tidak dapat terlepaskan dari ritual harian dari setiap manusia. Dia akan selalu mengawali aktifitas dipagi-pagi manusia dan menyaksikan akhir dari kegiatan manusia di malam hari sebelum mereka beristirahat.
Diameter dua hingga tiga meter, biasanya dengan kedalaman sepuluhan meter sudah dapat sumber air yang bersih. Sumur yang demikian biasanya menggunakan kerekan, tali dari ban bekas sedangkan embernya bisa dari ember seng, ember plastik. Dengan dua puluh hingga tiga puluh tarikan, ember yang penuh air sudah sampai ke mulut sumur.
Kerekan yang dibuat dari logam akan berderit setiap kali tali ditarik, menandakan kalo pelumasnya sudah mulai kering. Sumur beginian sekaligus menjadi sarana nge-Gym yang murah meriah. Posisinya biasanya dibagian belakang rumah, dilengkapi dengan bangunan berukuran kecil hingga sedang, beratap dengan bak untuk menampung air. Dibagian lain, terdapat lubang dimana orang yang menimba dapat menuangkan air dari ember sumur ke bak mandi.
Seiring waktu, kerekan timba lambat laut digantikan dengan mesin penyedot air atau pompa air. Tenaga manusia tidak lagi diperlukan. olah raga nge-Gym tidak dapat lagi dilakukan.
Dia menjadi bagian yang tidak dapat terlepaskan dari ritual harian dari setiap manusia. Dia akan selalu mengawali aktifitas dipagi-pagi manusia dan menyaksikan akhir dari kegiatan manusia di malam hari sebelum mereka beristirahat.
Diameter dua hingga tiga meter, biasanya dengan kedalaman sepuluhan meter sudah dapat sumber air yang bersih. Sumur yang demikian biasanya menggunakan kerekan, tali dari ban bekas sedangkan embernya bisa dari ember seng, ember plastik. Dengan dua puluh hingga tiga puluh tarikan, ember yang penuh air sudah sampai ke mulut sumur.
Kerekan yang dibuat dari logam akan berderit setiap kali tali ditarik, menandakan kalo pelumasnya sudah mulai kering. Sumur beginian sekaligus menjadi sarana nge-Gym yang murah meriah. Posisinya biasanya dibagian belakang rumah, dilengkapi dengan bangunan berukuran kecil hingga sedang, beratap dengan bak untuk menampung air. Dibagian lain, terdapat lubang dimana orang yang menimba dapat menuangkan air dari ember sumur ke bak mandi.
Seiring waktu, kerekan timba lambat laut digantikan dengan mesin penyedot air atau pompa air. Tenaga manusia tidak lagi diperlukan. olah raga nge-Gym tidak dapat lagi dilakukan.
Halaman belakang
Bagi sebagian orang, sebuah rumah
haruslah memiliki tiga bagian dilihat dari luasan lahan. Coba kita bayangkan
sebuah lahan yang akan dibangun sebuah rumah. Bangunan akan diletakkan pada bagian
tengah agak kedepan, sehingga dibagian depan terdepan terbentuk halaman-kita
sebut halaman depan dan dibagian belakang juga menyisakan lahan yang sering
dgunakan untuk bertanam-kita sebut halaman belakang.
Di halaman belakang biasanya
ditanami dengan pohon pisang, papaya dan beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan
daunya untuk sayur seperti singkong, cabe, terong namun tidak memerlukan banyak
perhatian pemeliharaan. Kegiatan menyapu daun-daun kering maupun basah di
halaman belakang dengan menggunakan sapu lidi adalah ritual yang lazim
dilakukan anak gadis ketika sore hari. Ditutup dengan membakar sampah yang
sudah terkumpul. Asapnya yang samar mengudara mengusir nyamuk-nyamuk, menebarkan aroma khas (sangit) ke segala arah, ke sela-sela daun pohon. Suasana sore semakin menjadi.
Minggu, 23 Oktober 2016
Rumah antara kebutuhan hunian dan investasi
Dengan alasan bahwa bumi yang kita tempati ini hanya diciptakan Tuhan hanya satu kali, banyak orang yang menyetujui kondisi kalo makin hari harga rumah makin mahal. Bumi hanya segitu-segitunya, sedangkan manusia beranak pinak. Kebutuhan akan rumah dan tempat tinggal tidak mungkin bisa dibendung.
Sering kita mendengar orang menyesal kenapa dulu tidak mau membeli rumah disatu lokasi hanya karena lokasi itu (dulu) jauh dari mana-mana, sepi, tidak ada apa-apa, tempat jin buang anak. Wilayah dengan berbagai macam problematikanya lambat laun, mau tidak mau akan menjadi sebuat kawasan hunian, industri ataupun kawasan komersial lainnya.
Rumah sekarang tidak hanya saja menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi, tapi bagi sebagian orang juga menjadi identitas diri, komunitas dan menjadi sarana investasi.
Dengan memiliki sebuah rumah, apapun itu setausnya, seberapa besar ukuranya, dimana..... seseorang akan juga memiliki kosa kasa "Pulang".
Langganan:
Postingan (Atom)
